Alamat
Pakis Gunung 3-A No. 41, Pakis, Sawahan Surabaya
60256

Produk UMKM desa memiliki potensi yang sangat beragam.
Mulai dari makanan olahan, hasil pertanian, minuman, kerajinan tangan, produk fesyen, hingga berbagai produk kebutuhan sehari-hari dapat tumbuh dari kreativitas dan sumber daya yang tersedia di suatu daerah.
Namun, menghasilkan produk yang berkualitas saja belum tentu cukup.
Ketika sebuah produk mulai masuk ke pasar yang lebih luas, konsumen akan melihat banyak aspek sebelum memutuskan untuk membeli. Harga, kualitas, merek, kemudahan mendapatkan produk, hingga tampilan kemasan dapat menjadi bagian dari pertimbangan tersebut.
Karena itu, packaging atau kemasan produk UMKM menjadi salah satu hal yang layak mendapatkan perhatian.
Kemasan memang tidak dapat menggantikan kualitas produk. Tetapi kemasan yang tepat dapat membantu produk terlihat lebih rapi, mudah dikenali, lebih praktis dibawa, sekaligus memberikan identitas kepada usaha yang memproduksinya.
Hal ini menjadi semakin relevan seiring berkembangnya akses pasar bagi produk lokal melalui berbagai saluran, termasuk ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
UMKM Desa Memiliki Peluang Pasar yang Semakin Luas
Perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes/Kel Merah Putih menjadi salah satu konteks yang menarik bagi pelaku UMKM desa.
Kementerian Koperasi menyampaikan bahwa gerai Kopdes/Kel Merah Putih diarahkan untuk membantu membuka akses pasar bagi produk lokal. Pemerintah juga mendorong UMKM meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya agar mampu mengisi gerai ritel Kopdes/Kel Merah Putih.
Dengan adanya peluang tersebut, persaingan produk lokal juga dapat menjadi semakin terbuka.
Produk dari satu desa tidak hanya berpotensi dikenal oleh masyarakat sekitar. Ketika akses distribusi dan pemasaran semakin luas, produk tersebut dapat menjangkau konsumen di wilayah lain.
Pada titik inilah berbagai detail produk mulai menjadi penting.
Salah satunya adalah packaging.
Packaging Bukan Sekadar Pembungkus
Dalam bentuk paling sederhana, kemasan berfungsi untuk melindungi dan membawa produk.
Namun bagi sebuah bisnis, fungsi packaging sebenarnya dapat lebih luas.
Kemasan dapat membantu:
- melindungi produk,
- mempermudah penyimpanan,
- mempermudah distribusi,
- memberikan informasi kepada konsumen,
- memperkuat identitas brand,
- meningkatkan kerapian produk,
- serta memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan.
Bayangkan sebuah produk UMKM dengan kualitas yang baik tetapi diberikan kepada konsumen tanpa kemasan yang sesuai.
Produk tersebut mungkin tetap dapat digunakan atau dikonsumsi.
Namun dari sisi pengalaman, tampilannya mungkin belum maksimal.
Sebaliknya, ketika produk dikemas dengan rapi dan memiliki identitas yang jelas, konsumen dapat memperoleh kesan yang berbeda.
Karena itu, packaging sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai biaya tambahan, tetapi sebagai salah satu bagian dari keseluruhan produk.
Kesan Pertama Produk Sering Kali Dimulai dari Kemasan
Sebelum mencoba sebuah produk makanan, konsumen mungkin melihat kemasannya terlebih dahulu.
Sebelum membeli sebuah produk kerajinan, konsumen mungkin memperhatikan bagaimana produk tersebut ditampilkan.
Bahkan ketika membeli beberapa produk sekaligus, konsumen akan berinteraksi dengan tas atau kemasan yang digunakan untuk membawanya.
Artinya, kemasan dapat menjadi salah satu titik pertama interaksi antara konsumen dengan sebuah brand.
Hal ini tidak berarti bahwa kemasan yang bagus otomatis membuat sebuah produk menjadi lebih berkualitas.
Kualitas produk tetap menjadi faktor utama.
Namun, kemasan yang sesuai dapat membantu menyampaikan pesan bahwa produk tersebut dikelola dengan serius.
Kemasan Membantu Membangun Identitas UMKM
Banyak UMKM desa memiliki cerita yang menarik.
Ada yang menggunakan bahan baku lokal.
Ada yang mempertahankan resep keluarga.
Ada yang mengolah hasil pertanian masyarakat sekitar.
Ada pula yang membuat produk kerajinan berdasarkan budaya dan karakter daerah.
Cerita seperti ini merupakan bagian dari identitas usaha.
Packaging dapat menjadi salah satu media untuk menyampaikan identitas tersebut.
Nama brand, logo, informasi kontak, nama desa, maupun pesan tertentu dapat ditampilkan pada kemasan sesuai kebutuhan.
Dengan begitu, konsumen tidak hanya melihat produk.
Mereka juga dapat mengetahui siapa yang membuatnya.
Bagi UMKM yang sedang membangun brand, konsistensi identitas seperti ini dapat menjadi langkah sederhana yang penting.
Produk Lokal Perlu Terlihat Siap untuk Dipasarkan
Ketika produk UMKM hanya dijual di lingkungan sekitar, packaging sederhana mungkin sudah cukup.
Namun, ketika produk mulai masuk ke toko, gerai koperasi, pameran, marketplace, atau pasar yang lebih luas, kebutuhan packaging dapat berubah.
Produk akan berhadapan dengan banyak pilihan lainnya.
Dalam situasi tersebut, tampilan yang rapi dapat membantu produk terlihat lebih siap untuk dipasarkan.
Bukan berarti setiap UMKM harus menggunakan packaging mahal.
Yang lebih penting adalah kesesuaian antara kemasan dengan produk dan target konsumen.
Produk makanan, misalnya, memiliki kebutuhan yang berbeda dengan produk kerajinan.
Produk yang ringan tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan produk yang berat.
Karena itu, pemilihan packaging perlu dilakukan secara spesifik.
Packaging dan Pengalaman Konsumen
Pengalaman pelanggan tidak berhenti ketika transaksi selesai.
Setelah membeli produk, konsumen masih perlu membawa, menyimpan, membuka, dan menggunakan produk tersebut.
Packaging yang praktis dapat membantu proses tersebut.
Misalnya, konsumen membeli beberapa produk UMKM dalam satu kali transaksi.
Jika barang-barang tersebut dapat dibawa menggunakan satu tas yang sesuai, konsumen akan lebih mudah membawanya.
Setelah digunakan untuk membawa produk, tas tersebut juga dapat digunakan kembali jika kondisinya masih layak.
Dari sini terlihat bahwa packaging dapat memberikan fungsi tambahan di luar sekadar membungkus produk.
Tas sebagai Packaging Tambahan untuk Produk UMKM
Selain kemasan utama, beberapa UMKM membutuhkan packaging tambahan untuk membawa produk.
Contohnya adalah tas belanja atau tas pembawa produk.
Tas dapat digunakan ketika konsumen membeli beberapa barang sekaligus atau ketika produk diberikan sebagai souvenir, hampers, maupun paket promosi.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah tas spunbond.
Tas spunbond memiliki karakteristik ringan dan tersedia dalam berbagai ukuran. Karena itu, penggunaannya dapat disesuaikan dengan jenis produk yang ingin dibawa.
Untuk UMKM, tas spunbond juga dapat digunakan untuk menampilkan identitas usaha melalui desain atau cetakan logo.
Dengan demikian, tas dapat memiliki dua fungsi sekaligus:
sebagai wadah membawa produk dan sebagai media identitas bisnis.
Tas Spunbond untuk Kebutuhan UMKM
Penggunaan tas spunbond dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan usaha.
Misalnya:
- tas belanja pelanggan,
- packaging produk,
- souvenir acara,
- hampers,
- merchandise,
- kegiatan promosi,
- packaging produk UMKM,
- kebutuhan toko,
- maupun kegiatan koperasi.
Ukuran tas juga dapat disesuaikan dengan barang yang akan dibawa.
Untuk produk kecil, ukuran yang terlalu besar tentu tidak diperlukan.
Sebaliknya, ketika konsumen membeli beberapa produk sekaligus, tas dengan ukuran yang lebih besar dapat lebih sesuai.
Karena itu, sebelum memesan tas, UMKM sebaiknya mempertimbangkan ukuran dan jenis produk yang paling sering dibawa pelanggan.
Packaging Juga Bisa Menjadi Media Promosi
Sebuah brand tidak selalu harus memperkenalkan dirinya melalui iklan.
Packaging juga dapat menjadi bagian dari komunikasi brand.
Misalnya sebuah UMKM memiliki tas dengan logo dan nama usaha.
Setiap kali pelanggan membawa tas tersebut, identitas brand ikut terbawa.
Jika tas tersebut digunakan kembali, masa tampilnya juga dapat menjadi lebih panjang.
Inilah salah satu alasan mengapa packaging dapat memiliki nilai promosi tambahan.
Namun, tentu saja hasil branding bergantung pada banyak faktor, seperti desain, keterbacaan logo, kualitas cetak, dan seberapa sering produk tersebut digunakan oleh konsumen.
Jangan Sampai Packaging Membebani UMKM
Meskipun packaging penting, bukan berarti UMKM harus menggunakan kemasan yang mahal.
Justru salah satu prinsip yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara fungsi, tampilan, dan biaya.
Kemasan yang terlalu mahal dapat meningkatkan harga produk secara tidak proporsional.
Sementara kemasan yang terlalu murah dan tidak sesuai fungsi dapat memberikan masalah lain.
Sebelum memilih packaging, UMKM dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan:
- Apa jenis produknya?
- Seberapa besar produk?
- Seberapa berat produk?
- Siapa target konsumennya?
- Bagaimana produk akan didistribusikan?
- Apakah packaging akan digunakan kembali?
- Apakah identitas brand perlu ditampilkan?
- Berapa biaya packaging yang masih masuk akal?
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pemilihan kemasan dapat menjadi lebih terarah.
Memilih Ukuran Packaging yang Tepat
Ukuran merupakan salah satu faktor sederhana yang sering terlupakan.
Kemasan yang terlalu kecil dapat membuat produk sulit dimasukkan.
Sebaliknya, kemasan yang terlalu besar dapat terlihat kurang proporsional dan berpotensi menggunakan material lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Untuk tas, ukuran sebaiknya disesuaikan dengan dimensi dan jumlah produk.
Misalnya, UMKM makanan yang sering menjual beberapa kotak makanan sekaligus akan membutuhkan tas yang berbeda dengan UMKM yang menjual produk kerajinan berukuran kecil.
Dengan memilih ukuran yang tepat, packaging dapat menjadi lebih praktis bagi penjual maupun konsumen.
Packaging dalam Ekosistem Kopdes
Kehadiran Kopdes/Kel Merah Putih juga membuat pembahasan packaging menjadi menarik dari perspektif ekosistem usaha.
Kementerian Koperasi menyebut Kopdes/Kel Merah Putih sebagai bagian dari penguatan produk lokal dan akses pasar. Dalam pengembangan tersebut, produk lokal disebut dapat diproses, dikemas, dan dipasarkan secara modern sehingga memberikan nilai tambah.
Artinya, packaging dapat menjadi bagian dari proses yang lebih besar.
Produk diproduksi oleh UMKM.
Kemudian dikumpulkan atau dipasarkan melalui saluran tertentu.
Produk dikemas.
Produk didistribusikan.
Kemudian sampai kepada konsumen.
Setiap tahap memiliki peran masing-masing.
Dalam rantai tersebut, packaging membantu menjembatani produk dari produsen menuju konsumen.
Peluang bagi Usaha Pendukung UMKM
Ketika jumlah UMKM dan aktivitas ekonomi lokal berkembang, kebutuhan pendukung juga dapat ikut meningkat.
Bukan hanya kebutuhan bahan baku.
Ada kebutuhan desain, percetakan, label, packaging, transportasi, logistik, hingga pemasaran.
Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem UMKM sebenarnya terdiri dari banyak jenis usaha yang saling berhubungan.
Produsen tas spunbond, misalnya, dapat menjadi salah satu penyedia kebutuhan packaging bagi UMKM, toko, koperasi, maupun berbagai kegiatan lokal.
Dengan demikian, perkembangan UMKM tidak hanya memberikan peluang kepada pelaku yang menjual produk akhir.
Usaha pendukung juga dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Dari Produk Lokal Menjadi Brand Lokal
Salah satu tantangan UMKM adalah bagaimana mengubah produk yang awalnya hanya dikenal di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki identitas lebih kuat.
Packaging dapat menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.
Ketika nama brand, logo, desain, dan cara penyajian produk dibuat secara konsisten, konsumen memiliki lebih banyak elemen untuk mengingat sebuah usaha.
Perubahan tersebut tidak harus dilakukan sekaligus.
UMKM dapat memulainya dari hal sederhana.
Misalnya memperbaiki label.
Kemudian memperbaiki kemasan.
Setelah itu membuat desain yang konsisten.
Lalu menggunakan packaging tambahan seperti tas dengan identitas brand.
Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membangun citra usaha dalam jangka panjang.
Tidak Harus Mahal, yang Penting Tepat
Packaging yang efektif tidak selalu berarti packaging yang mahal.
Kemasan yang baik adalah kemasan yang sesuai dengan kebutuhan.
Untuk satu produk, mungkin kemasan kardus merupakan pilihan yang sesuai.
Untuk produk lain, pouch atau botol mungkin lebih tepat.
Sementara untuk membawa beberapa produk sekaligus, tas dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
Tas spunbond sendiri dapat menjadi salah satu alternatif untuk kebutuhan tersebut.
Yang terpenting adalah memilih berdasarkan fungsi, ukuran, jumlah kebutuhan, serta anggaran usaha.
Langkah Sederhana untuk Memperbaiki Packaging UMKM
Bagi UMKM yang ingin mulai memperbaiki kemasan, tidak perlu langsung melakukan perubahan besar.
Beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
1. Evaluasi kemasan saat ini
Lihat apakah kemasan sudah melindungi produk dan nyaman digunakan.
2. Perhatikan tampilan
Pastikan nama brand atau identitas usaha mudah dikenali.
3. Sesuaikan ukuran
Hindari kemasan yang terlalu besar atau terlalu kecil.
4. Pertimbangkan pengalaman pelanggan
Pikirkan bagaimana konsumen membawa dan menggunakan produk setelah membeli.
5. Sesuaikan dengan anggaran
Jangan sampai biaya packaging justru membuat harga produk tidak kompetitif.
6. Pertimbangkan penggunaan kembali
Untuk packaging tertentu, penggunaan kembali dapat memberikan nilai tambahan bagi konsumen.
7. Bangun konsistensi
Gunakan identitas visual yang seragam pada berbagai media dan kemasan.
Kesimpulan
Packaging memiliki peran lebih besar daripada sekadar membungkus produk.
Bagi UMKM desa, kemasan dapat membantu melindungi produk, meningkatkan kerapian, memperkuat identitas brand, mempermudah konsumen membawa barang, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik.
Ketika akses pasar produk lokal semakin luas melalui berbagai saluran, termasuk ekosistem Kopdes/Kel Merah Putih, perhatian terhadap kualitas produk dan cara penyajiannya menjadi semakin relevan. Pemerintah sendiri mendorong UMKM untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi agar dapat memenuhi peluang pasar melalui gerai ritel Kopdes/Kel Merah Putih.
Namun, meningkatkan daya saing tidak berarti UMKM harus menggunakan packaging yang mahal.
Yang lebih penting adalah menemukan kemasan yang tepat, fungsional, sesuai dengan karakter produk, dan tetap sejalan dengan kemampuan bisnis.
Untuk kebutuhan membawa produk, packaging tambahan, souvenir, promosi, maupun kebutuhan usaha lainnya, tas spunbond dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan oleh UMKM desa.
Dengan pilihan ukuran dan desain yang dapat disesuaikan, tas dapat membantu membuat produk lebih mudah dibawa sekaligus menjadi bagian dari identitas bisnis.
Pada akhirnya, produk yang berkualitas membutuhkan lebih dari sekadar proses produksi yang baik.
Produk yang baik, packaging yang tepat, dan identitas brand yang konsisten dapat menjadi bagian dari perjalanan UMKM desa untuk memperluas pasar.


