Alamat
Pakis Gunung 3-A No. 41, Pakis, Sawahan Surabaya
60256
Dalam bisnis makanan, kemasan bukan hanya berfungsi untuk membawa produk dari satu tempat ke tempat lain. Kemasan juga menjadi bagian dari pengalaman pelanggan dan dapat membantu meningkatkan kesan profesional sebuah usaha.
Salah satu pilihan kemasan yang banyak digunakan oleh pelaku UMKM, katering, usaha kuliner, hingga berbagai kegiatan distribusi makanan adalah tas spunbond untuk kemasan makanan.
Tas spunbond memiliki berbagai pilihan ukuran sehingga dapat disesuaikan dengan jenis produk yang akan dibawa. Namun, memilih ukuran tas yang tepat tidak boleh dilakukan sembarangan. Tas yang terlalu kecil akan membuat makanan sulit dimasukkan, sedangkan tas yang terlalu besar dapat membuat isi mudah bergeser dan penggunaan bahan menjadi kurang efisien.
Karena itu, penting untuk memahami cara memilih ukuran tas spunbond yang sesuai untuk kemasan makanan.
Mengapa Memilih Ukuran Tas Spunbond Itu Penting?
Ukuran tas sangat berpengaruh terhadap kenyamanan penggunaan. Sebelum melakukan pemesanan tas spunbond, sebaiknya ukur terlebih dahulu produk atau wadah makanan yang akan dimasukkan ke dalam tas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Panjang kemasan makanan
- Lebar kemasan makanan
- Tinggi kotak atau wadah
- Jumlah makanan dalam satu tas
- Apakah masih membutuhkan ruang tambahan
- Cara membawa atau mengangkat tas
Dengan memilih ukuran yang tepat, tas akan terasa lebih nyaman digunakan dan tampilan kemasan juga menjadi lebih rapi.
1. Sesuaikan dengan Ukuran Kotak Makanan
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah ukuran wadah makanan.
Misalnya, Anda menggunakan kotak nasi berukuran 18 × 18 cm, 20 × 20 cm, 22 × 22 cm, atau 25 × 25 cm. Masing-masing ukuran membutuhkan pertimbangan kapasitas tas yang berbeda.
Jangan hanya melihat ukuran panjang dan lebar. Tinggi kotak makanan juga harus diperhitungkan.
Sebagai contoh, jika sebuah kotak makanan berukuran 22 × 22 cm memiliki tinggi tertentu, maka tas harus mempunyai ruang yang cukup agar kotak dapat masuk dan dikeluarkan dengan mudah.
Idealnya, jangan membuat ukuran tas terlalu pas dengan ukuran kotak makanan. Berikan sedikit ruang agar proses memasukkan dan mengambil makanan lebih praktis.
2. Pertimbangkan Jumlah Kotak yang Akan Dibawa
Selain ukuran satu kotak, jumlah makanan yang akan dimasukkan juga sangat menentukan ukuran tas.
Tas untuk satu kotak nasi tentunya berbeda dengan tas yang digunakan untuk membawa beberapa kotak makanan sekaligus.
Untuk kebutuhan katering, distribusi makanan, acara kantor, pengajian, seminar, hingga kegiatan sosial, penggunaan tas dengan kapasitas yang lebih besar dapat membuat proses membawa makanan menjadi lebih praktis.
Sebelum menentukan ukuran, tentukan terlebih dahulu:
Berapa kotak makanan yang ingin dimasukkan ke dalam satu tas?
Setelah itu, sesuaikan dimensi tas dengan susunan kotak makanan tersebut.
3. Jangan Mengabaikan Tinggi Tas
Banyak orang ketika memilih tas hanya memperhatikan panjang dan lebarnya. Padahal, tinggi tas juga sangat penting.
Tas yang memiliki panjang dan lebar cukup tetapi terlalu pendek tetap dapat menyulitkan ketika digunakan untuk membawa makanan.
Terlebih jika kemasan makanan terdiri dari beberapa susunan atau memiliki tambahan seperti:
- Kotak nasi
- Lauk tambahan
- Snack
- Minuman
- Buah
- Sendok dan perlengkapan makan
- Kemasan makanan kering
Karena itu, perhatikan ketiga dimensi tas, yaitu panjang × lebar × tinggi.
4. Perhatikan Lebar atau Gusset Tas
Untuk kemasan makanan, bagian lebar atau gusset memiliki peran penting.
Gusset memberikan ruang tambahan pada bagian samping atau bawah tas sehingga kapasitasnya menjadi lebih besar dibandingkan tas yang hanya memiliki bidang datar.
Tas dengan gusset cocok digunakan untuk membawa produk makanan yang membutuhkan ruang lebih luas.
Contohnya adalah:
- Kotak nasi
- Snack box
- Hampers makanan
- Oleh-oleh makanan
- Produk UMKM
- Paket makanan kering
- Produk katering
Dengan adanya gusset, isi tas dapat tersusun lebih baik dan tas tidak mudah


